Text
Asmarakala
Dari masa ke masa, manusia penghuni bumi pun mendengar kisah asmara Bagaskara dengan Dyah Ratri yang dibayang-bayangi tragedi akibat ulah Kalayoga. Maka, timbul simpati di kalangan manusia mendukung Bagaskara. Karena itu, setiap terjadi gerhana bulan dan matahari, manusia membunyikan berbagai bebunyian dari barang apa saja, alat dapur, bambu, kayu, logam dan segala macam benda beradu yang menghasilkan bebunyian untuk menjaga dan melindungi Sekuntum Bunga dari Surga dari ancaman pencurian yang dilakukan kawanan raksasa suruhan Kalayoga. Pada setiap tiba gerhana pula, Bagaskara dan Dyah Ratri pun bertemu.
Mereka pun membiarkan Sekuntum Bunga dari Surga tetap berada di bumi, di sebuah tempat di ketinggian tertentu, tidak jauh dari puncak gunung berapi.
| B03981S | 899.221 TOT A | Perpustakaan Daerah (800) | Tersedia |
| B03982S | 899.221 TOT A | Perpustakaan Daerah (800) | Tersedia |
| B03983S | 899.221 TOT A | Perpustakaan Daerah (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain