Art Original
Mundinglaya di Kusumah : sebuah cerita pantun Sunda
Kisah Mundinglaya Di Kusumah berasal dari cerita pantun Sunda. Mengisahkan lakon seorang Ibu (Nyi Padmawati) dan ananya (Mundinglaya Di Kusumah) seorang raja Negara Pajajaran, Prabu Siliwangi, yang selalu mendapat hinaan dan bahkan fitnah dan hukuman. Suatu ketika sang Prabu Siliwangi bermimpi, yang bermakna: jika ingin meraih kesejahteraan dan kebahagiaan, harus
mendapatkan layangan Salaka Domas. Singkat cerita, tak ada seorang pun yang berani menyanggupi menemukan layangan keramat itu selain Raden Mundinglaya yang berada dalam penjara. Di dalam penjara itulah Raden Mundinglaya sebenarnya memanfaatkannya untuk bertapa (riyadhoh). Dalam perjalanan mencari Salaka Domas, akhirnya Raden Mundinglaya berhasil menaklukkan Guriang Tujuh, pemilik layangan yang terkenal sakti mandara guna. Mundinglaya pun dinobatkan menjadi raja menggantikan ayahnya, Prabu Siliwangi, yang memutuskan untuk bertapa di hutan.
| B05644S | 398.209 598 AJI m | Perpustakaan Daerah (300) | Tersedia |
| B05645S | 398.209 598 AJI m | Perpustakaan Daerah (300) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain